Tabran Rumonin
14 Oct 2020 14:23 WIT

Hutan SBB Dikejar-Kejar Investor, Masadepan Generasi Terancam

Antara Fakta dan Opini

Liputan SBB-- Hutan milik masyarakat adat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dari wilaya Timur (Tala), wilaya tengah (Eti) dan wilaya Barat Taniwel (Sapalewa), dari tiga wilaya hutan adat yang dikenal TALA, ETI, SAPALEWA tersebut memiliki kekayan alam yang menjanjikan masa depan generasi.

Berbagai kekayan alam di sana, mulai dari Kayu, Nikel, Marmer, Emas dan masih banyak lagi yang tersimpan di bumi hutan adat Kabupaten Seram Bagian Barat, Pulau Seram, Provinsi Maluku itu.

Dari kekayan alam tiga wilaya itulah, sehingga menjadi sorotan tersendiri bagi para Investor asing yang berupaya masuk mengambil bagian dari SDA di wilaya itu.

Sebagian Perusahan atau Investor itu juga sempat berhasil masuk dan mengelola secara langsung sala satu dari SDA yakni hasil kayu, di wilaya timur TALA pada tahun 2018 silam.

Perusahaan yang berhasil masuk dan diduga direkomendasikan Pemerintah Daerah Kab SBB saat itu yakni CV. Titian Hijra.

CV. Titian Hijra ini berhasil masuk dengan bermodus investasi Kebun Penanaman Copi, Pala dan pemanfaatan Kayu Log, tepatnya diwilaya Desa Smit, Pasinaru dan Abiyo Wilya Timur Kab, SBB (TALA).

Miris, pemanfaatan yang dijanjikan CV. itu pun nihil setelah semua Kayu di rampok habis oleh Perusan tersebut, kini penyesalan dan air mata masyarakat yang terdampak itu, terus menjadi petaka di negeri mereka.

Setelah itu, di tahun yang sama, ada lagi dugaan 11 Perusahan menyoroti Hutan adat negeri Latu-Hunetetu, Sayangnya masyarakat setempat menolak upaya modus-modus perusahan tersebut. Dan akhirnya para investor itu tidak berhasil mengobrak-abrik kekayan alam di wilaya Negeri Latu dan Hunetetu pada waktu itu.

Kini di tahun 2020 Wilaya Barat (Sapalewa) Kab, SBB datang lagi sorotan tersendiri bagi investor dengan tujuan pengelolan tambang Marmer di wilaya terdampak Sapalewa.

Yang menjadi pertanyan, apakah Marmer saja yang dikelolah investor,? Lantas Kayu dan kekayan lain. ??

Apakah akan sama nasib saudara kami di wilaya Sapalewa dengan nasib saudara kami di wilaya Tala. (Tabran).

1 Suka
Abdullah
24 hari